LAZiS Jateng Luncurkan Gerakan Peduli 1000 Jompo Jawa Tengah

 

SEMARANG.Jumat (2/10) bertempat di kantor pusat jalan Jati Raya Nomor B6 Srondol Wetan, Banyumanik, Semarang, LAZiS Jateng meluncurkan Gerakan Peduli 1000 Jompo Jawa Tengah untuk memberikan harapan hidup lebih baik bagi lansia dhuafa di Jawa Tengah.

Dalam peluncuran ini mengundang secara khusus eyang-eyang lansia dari Kabupaten Semarang sebagai penerima manfaat untuk menerima secara langsung santunan paket gizi dalam memenuhi kebutuhan kesehatan mereka.

Direktur Penyaluran dan Kaji Dampak Lazis Jateng, Didin Pathudin menyampaikan bahwa gerakan ini merupakan wujud cinta kepada Rasulullah saw dengan peduli kepada para orang tua/ lansia.

“Kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk merayakan hari Maulid Nabi ini, mengekspresikan rasa cinta kita kepada Rasulullah SAW dengan cara yang tidak biasa. Kami meluncurkan program yang kami sebut GERAKAN PEDULI 1000 JOMPO JAWA TENGAH.” Ujar Didin.

Didin juga menyampaikan dalam gerakan ini LAZiS Jateng sudah mengawali dengan program-program eksklusif diantaranya, Pesatren Kasepuhan untuk Jompo Dhuafa di Kab. Semarang yang memiliki 150 santri lansia juga TPQ Lansia Nurul Ihsan di Grobogan dengan 15 santri lansia aktif. Sedang, di Solo dan Kab. Wonogiri, relawan LAZiS Jateng juga memberikan perawatan kebersihan untuk lansia dhuafa yang hidup sebatang kara. Mereka memandikan, memotong kuku, membersihkan tempat tinggal serta tempat tidurnya dan juga memberikan santunan paket sembako untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Doso Sutrisno sebagai Direktur Eksekutif LAZiS Jateng menyatakan berdasarkan Badan Pusat Statistik, Jawa Tengah mendapatkan rangking yang cukup tinggi untuk data kemiskinan. Maka adanya program ini menjadi salah satu upaya dalam mengatasi masalah tersebut.

“Jawa Tengah merupakan provinsi yang mendapat rangking cukup tinggi data kemiskinannya. Kami meluncurkan program ini sebagai upaya menangani hal tersebut. Semoga dengan adanya gerakan peduli 1000 jompo ini bisa memberikan harapan kepada jompo dhuafa yang di usianya membutuhkan kasih sayang dari kita semuanya,” ungkap Doso.

Dalam akhir acara Doso menambahkan bahwa program yang sudah dilakukan LAZiS Jateng masih jauh dari keinginan. Masih banyak masyarakat yang berkekurangan dan memerlukan bantuan. Oleh karena itu LAZiS Jateng mengajak seluruh masyarakat khususnya di Jawa Tengah untuk lebih peduli untuk berbagi. Ke depan LAZiS Jateng akan terus aktiv dalam program-program terbaik bagi lansia yaitu program kesehatan lansia, gizi lansia, serta perawatan khusus untuk lansia. (LAZiS Jateng/ Isna)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *