Lazis Jateng ikut andil membantu masalah ekonomi di tengah Pandemi melalui Program Jumat Berbagi

Pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini mau tidak mau memberikan dampak terhadap berbagai sektor. Pada tataran ekonomi global, pandemi COVID-19 memberikan dampak yang sangat signifikan pada perekonomian domestik negara-bangsa dan keberadaan UMKM. Laporan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) menyebutkan bahwa pandemi ini berimplikasi terhadap ancaman krisis ekonomi besar yang ditandai dengan terhentinya aktivitas produksi di banyak negara, jatuhnya tingkat konsumsi masyarakat, hilangnya kepercayaan konsumen, jatuhnya bursa saham yang pada akhirnya mengarah kepada ketidakpastian.

Indonesia yang didominasi oleh keberadaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian nasional juga terdampak secara serius tidak saja pada aspek total produksi dan nilai perdagangan akan tetapi juga pada jumlah tenaga kerja yang harus kehilangan pekerjaannya karena pandemi ini. Data dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) menyatakan bahwa ada sekitar 37.000 UMKM yang memberikan laporan bahwa mereka terdampak sangat serius dengan adanya pandemi ini ditandai dengan: sekitar 56 persen melaporkan terjadi penurunan penjualan, 22 persen melaporkan permasalahan pada aspek pembiayaan, 15 persen melaporkan pada masalah distribusi barang, dan 4 persen melaporkan kesulitan mendapatkan bahan baku mentah.

Peranan Lembaga Amil Zakat Al-Ihsan Jawa Tengah untuk meminimalisir dampak tersebut adalah dengan memberikan layanan program kegiatan Jumat Berbagi. Kegiatan ini berupa kerjasama dengan pihak warung kecil pinggir jalan yang terkena dampak Covid-19. Dengan demikian, warung kecil pinggir jalan dapat meningkatkan pendapatannya dan ikut andil dalam memberikan manfaat kepada masyarakat lain yang membtukan.

 

Download E-Book : Laporan Kaji Dampak Kegiatan Jumat Berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *