Bantu Usaha Menjahit dan Laundry, LAZiS Jateng Bersama Ikatan Pengusaha Wanita Kreatif dan Cantik (IPWKC) Beri Modal Usaha

SEMARANG.LAZiS Jateng Online – Pada Sabtu (31/10) LAZiS Jateng Cabang Semarang bersama Ikatan Pengusaha Wanita Kreatif dan Cantik (IPWKC) memberikan bantuan modal usaha dan mengadakan pelatihan bagi pelaku usaha menjahit dan laundry baju, yang terdampak pandemi covid. Hal ini dilaporkan Muliasari selaku tim program kepada humas LAZiS Jateng.

“Bu Tilam adalah seorang penjahit di Kota Semarang. Beliau memulai menjahit sejak 15 tahun yang lalu. Berawal dari ketertarikan menjahit, Bu Tilam mengasah dirinya dengan les menjahit selama 4 tahun. Dalam kondisi normal, beliau bisa mendapatkan 3 hingga 4 pesanan jahitan. Setiap satu kali produk, biaya jasa menjahit sebesar Rp. 85.000 – Rp. 100.000 sesuai tingkat kesulitan. Di masa pandemi covid saat ini, omset Bu Tilam menurun drastis,” ungkap amil yang akrab dipanggil Uli.

Sedangkan Bu Tuti adalah seorang pelaku usaha laundry. Lokasi usaha sekaligus tempat tinggal beliau berada di daerah Sendanguwo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Di usia memasuki paruh baya, beliau masih mengupayakan rejeki melalui pintu usaha laundry. Penghasilan kotor beliau sebanyak 1 juta setiap bulan, itupun belum dipotong untuk biaya kontrakan. Saat ini beliau menanggung 4 orang, dengan kondisi suami sudah tidak bekerja karena sakit, Uli menambahkan dalam pernyataannya.

“Alhamdulillah dengan bantuan modal usaha yang diberikan sedikit mampu meringankan beban yang sekarang saya alami, dan pelatihan yang ada membuat saya lebih bersemangat mengembangkan usaha jahit saya. Terima kasih banyak donatur LAZiS Jateng dan IPWKC,” ungkap Tilam.

Mila selaku pendiri IPWKC sangat mengapresiasi sinergi kebaikan Bersama LAZiS Jateng dalam program bantuan modal usaha dan pelatihan ini.

“Harapannya melalui gerakan support usaha kecil ini, pelaku usaha bisa terbantu dan terselamatkan dari dampak pandemi,” tambah Mila.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *