Zakat atas Madu

Landasan Hukum

Dari Amru bin Syuaib dari kakeknya dari Nabi Muhammad SAW berkata, “Sesungguhnya Rasulullah SAW mengambil zakat madu sebesar 1/10.” (HR Daruqutni)

Berdasarkan hadits di atas ulama berbeda pendapat.

  • Jumhur ulama tidak mewajibkan zakat madu dengan alasan tidak ada dalil yang kuat.
  • Abu Hanifah dan Ahmad mewajibkan zakat madu dengan dasar keumuman ayat dan hadits.

 

Nishab dan Tarif Zakat Madu

  • Imam Abu Hanifah tidak menetapkan nishb madu dan menetapkan tarifnya 10 %.
  • Imam Ahmad menentukan nishabnya sebanyak 16 liter Bagdadi.
  • Sebagian ulama menganalogikan pada hasil pertanian. Nishabnya adalah senilai 652,8 kg, sedangkan tarifnya 10% jika terdapat di tanah yang datar, dan 5 % jika berada di pegunungan.

 

Kadar Zakat Madu

Para ulama bersepakat bahwa zakat madu diambil dari pendapatan bersih madu, atau setelah dikurangi dari biaya-biaya untuk mendapatkannya dan besarnya sepersepuluh (10%).

 

Zakat atas Hasil Produksi Hewani

  • Zakat atas produk hewani seperti harus diperlakukan sama dengan madu.
  • Hal ini berlaku pula pada ternak-ternak piaraan yang memang khusus diambil susunya dan tidak merupakan barang dagangan
  • Zakat atas produk hewani adalah sebesar sepersepuluh dari penghasilan bersih, atau setelah dikurangi biaya-biaya
  • Di antara ulama fiqh ada pula yang berpendapat jika seseorang yang membeli hewan untuk dijual produknya, misalnya sapi untuk dijual susunya, ulat sutera untuk dijual suteranya, atau sejenisnya; maka orang itu harus menghitung nilai benda-benda tersebut dengan produknya pada akhir tahun, lalu mengeluarkan zakatnya seperti zakat perniagaan (2,5%)

 

 

Sumber : http://pusat.baznas.go.id/zakat-atas-madu/