Silaturahim pertemuan LAZ sesi 2 Jawa Tengah dilaksanakan di LKSA Pesantren Ihsanul Qur’an LAZiS Jateng, Gunungpati, Kota Semarang, pada Sabtu (12/9). Kegiatan yang berlangsung pukul 11.30–13.30 WIB tersebut diikuti 16 LAZ/unsur lembaga zakat.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, menekankan pentingnya penguatan peran lembaga zakat dalam upaya pengentasan kemiskinan. Penguatan tersebut mencakup pendataan mustahik, kolaborasi antarlembaga, pemberdayaan ekonomi, serta pengukuran dampak program.

“Penguatan peran LAZ tidak cukup hanya melalui penyaluran bantuan, tetapi juga perlu memperhatikan aspek psikologis dan mental mustahik. Kolaborasi antarlembaga serta pemetaan program sesuai kebutuhan dan potensi masing-masing wilayah menjadi penting agar intervensi yang dilakukan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih,” ujar Prof. Waryono.
Lembaga zakat juga diharapkan dapat memberikan layanan yang memudahkan mustahik. Dalam konteks pemberdayaan, Kementerian Agama mendorong pengembangan Kampung Zakat dan wakaf produktif.
Penguatan kapasitas dalam pelaporan dan pengukuran dampak program turut menjadi perhatian untuk melihat kontribusi lembaga zakat di Jawa Tengah dalam upaya pengentasan kemiskinan. Saat ini, Kementerian Agama juga tengah menghimpun data tanah wakaf yang memiliki potensi dikembangkan sebagai wakaf produktif.

Rangkaian kegiatan juga menjadi kesempatan bagi Prof. Waryono untuk bersilaturahim dengan para pengasuh dan santri Pondok Pesantren Ihsanul Qur’an. Ia menyampaikan kesannya terhadap lingkungan pesantren yang nyaman dan damai serta mengapresiasi keberadaan pesantren yang dibangun atas komitmen para muzaki melalui lembaga zakat tingkat provinsi.
“Saya punya kesan bahwa situasi di sini nyaman dan damai. Mudah-mudahan para santri menjadi anak-anak hebat, bermartabat, dan kelak mendampingi masyarakat agar lebih cepat sejahtera,” ujar Prof. Waryono.
Ia berharap Pondok Pesantren Ihsanul Qur’an dapat terus tumbuh dan mendampingi anak-anak, terutama dari keluarga fakir dan miskin, agar mendapatkan pendidikan yang baik sebagai bekal untuk meningkatkan taraf kehidupan mereka.
“Saya berharap teman-teman pengurus juga komitmen, istiqamah. InsyaAllah dengan Ihsanul Qur’an, anak-anak akan lebih cepat mengalami akselerasi,” lanjutnya.
Pertemuan ini menjadi ruang untuk memperkuat silaturahim dan sinergi antarlembaga zakat di Jawa Tengah dalam mendorong pengelolaan zakat dan pemberdayaan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
