Pada 17 September 2026, LAZiS Jateng hadir dalam Impact & Collaboration Forum Pemberdayaan Zakat Wakaf Nasional 2026. Mengusung tema “Berdaya Bersama, Berakar pada Nilai, Berdampak Nyata”, forum ini menjadi ruang pertemuan berbagai pihak untuk memperkuat peran zakat dan wakaf dalam mendorong kemandirian serta keberlanjutan umat.
Semangat tersebut sejalan dengan upaya LAZiS Jateng melalui Program Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU), yang dilaksanakan bersama Kementerian Agama RI melalui KUA 3. Melalui program ini, zakat diarahkan untuk mendukung proses pemberdayaan penerima manfaat.
Dalam rangkaian kegiatan, turut dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis kepada penerima manfaat Program PEU. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag. dan Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag.
Dalam forum tersebut, Prof. Waryono menyampaikan salah satu bentuk kolaborasi lembaga amil zakat dalam mendukung pemberdayaan melalui sektor pendidikan.
“Di zakat, 135 mahasiswa baru menerima beasiswa full, mencakup UKT 8 semester, biaya hidup, laptop dan pembinaan melalui kolaborasi 26 Lembaga Amil Zakat,” ujar Prof. Waryono.
Menurut Prof. Abu Rokhmad, perkembangan pengelolaan zakat dan wakaf menunjukkan adanya perubahan pendekatan dalam pemanfaatan dana dan aset umat. Zakat dan wakaf tidak lagi hanya ditempatkan sebagai instrumen bantuan jangka pendek, tetapi juga diarahkan untuk mendukung pemberdayaan.
“Perkembangan program zakat dan wakaf menunjukkan perubahan pendekatan pengelolaan dana dan aset umat. Zakat dan wakaf bukan lagi sekadar instrumen ibadah ritual atau bantuan karitatif jangka pendek,” tutur Prof. Abu Rokhmad.
Kolaborasi LAZiS Jateng bersama Kementerian Agama RI melalui Program PEU menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat zakat bagi masyarakat. Dengan pendekatan pemberdayaan, zakat diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak yang mendukung penerima manfaat untuk berkembang dan membangun kemandirian.
