SEMARANG – LAZiS Jateng berkolaborasi dengan Kementerian Agama Republik Indonesia menyalurkan bantuan modal usaha melalui Program Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) kepada 30 penerima manfaat di Grobogan, Purbalingga, dan Semarang. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp90 juta untuk mendukung pengembangan usaha kecil dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Penyaluran dilaksanakan di Grobogan pada tanggal 19 Oktober, Purbalingga pada tanggal 23 Oktober, dan Semarang pada tanggal 26 Oktober 2026. Program ini menyasar masyarakat yang memiliki usaha kecil dan memenuhi kriteria penerima manfaat, termasuk kelompok desil 1–4. Para penerima manfaat dikumpulkan di Kantor Urusan Agama (KUA) setempat untuk mendapatkan Arah sekaligus menerima bantuan modal usaha.
Direktur Program LAZiS Jateng, Iwan Yuniarto, menyampaikan harapannya agar program ini menjadi langkah awal pemberdayaan ekonomi umat melalui kolaborasi dengan Kementerian Agama. “Mudah-mudahan nanti bisa memberikan kebahagiaan kepada Bapak Ibu semua dalam proses mengembangkan usaha. Kolaborasi bersama Kemenag berbasis KUA di Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga ini harapannya menjadi titik awal atau proyek percontohan.”
Kepala KUA Pengadegan, H. Saroyo, S.Ag., menekankan bahwa keberhasilan program tidak hanya dilihat dari bantuan yang tersalurkan, tetapi juga dari peningkatan kemandirian ekonomi penerima manfaat. “Diharapkan tujuan akhir program PEU ini adalah agar Bapak Ibu bisa naik kelas. Kalau tahun ini masih menjadi mustahik, tujuan akhirnya ketika program ini selesai yaitu menjadi muzakki, pembayar zakat. Jadikan ini sebagai tanggung jawab,” ujarnya.
Proses penyaluran di wilayah ketiga berlangsung lancar dan diterima dengan baik oleh penerima manfaat. Melalui program ini, LAZiS Jateng berharap bantuan modal usaha dapat mendorong penerima manfaat mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, dan mencapai kemandirian ekonomi. Di depannya, program ini diharapkan mampu membuka jalan bagi para mustahik untuk menjadi muzakki dan ikut berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.
